Koperasi,,Gotong royong,,dan Tolong menolong.
Koperasi.
Koperasi mengandung makna "kerjasama",ada juga mengartikan "menolong satu sama lain". Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong. Arti kerjasam berbeda-beda tergantung pada cabang ilmunya. Koperasi berkaitan dengan fungsi-fungsi. Yaitu:
1. fungsi sosial.
2. fungsi ekonomi.
3.fungsi politik.
4. fungsi etika.
Gotong royong.
gotong royong adalah kegiatan bersama,maksudnya adalah menyelesaikan pekerjaan dengan dilakukan secara kerjasama.
Tolong menolong.
Tolong menolong berarti menolong menolong satu sama lain dan mengandung makna kerjasama.
tolong menolong dan gotong royong bertujuan untuk kegiatan sosial bukan kegiatan ekonomi sedangkan koperasi mempunyai tujuan ekonomi yang lebih konkrit.
rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi koperasi. fungsi-fungsi manajemen dalam rapat anggota yaitu:
1. planning (perencanaan)
2. organizing (pengorganisasian)
3. actuating (penggerakan untuk bekerja)
4. controlling (pengawasan atau pengendalian)
Minggu, 31 Oktober 2010
Sabtu, 17 April 2010
masalah sosial dan manfaat sosiologi
Masalah Sosial
Pengertian → Masalah2 sosial menyangkut nilai2 sosial yg mencangkup pula segi moral, karena utk dapat mengklasifikasikan suatu persoalan sebagai masalah social, maka harus menggunakan penilaian sbg ukuran.
Masalah masyarakat→ menyangkut analisis tentang macam2 gejala kehidupan masyarakat.
Problem social → meneliti gejala2 abnormal masyarakat dgn maksud utk memperbaiki atau menghilangkan gejala2 abnormal tsb.
Contoh masalah social: kejahatan, konflik atas ras, kemiskinan, perceraian, pelacuran, delinkuensi ana dll.
Sebab2 terjadinya masalah sosial
· Factor ekonomi →kemiskinan, penganguran dll.
· Factor biologis → penyakit.
· Factor Biopsikologis →penyakit syaraf, bunu diri, disorganisasi jiwa.
· Factor kebudayaan → perceraian, kejahatan, kenakalan anak2, konflik social, keagamaan.
Manfaat penelitian sosiologi bagi pembangunan: Kebudayaan yang berintkan pada nilai2 yg mendukung pembangunan.
· Pola interaksi sosial
· Kelompok2 sosial yg menjadi bagian masyarakat.
· Stratifikasi social
· Lembaga2 sosial yg merupakan kesatuan kaidah2 yg berkisar pada kebutuhan dasar manusia & kelompok sosial.
Sebab2 seseorang menjadi kehidupan Gelandangan
· Sebab2 sosial kemasyarakatan: pengaruh2 buruk dlm masyarakat (perjudian, madat dll), gangguan keamanan & bencana alam (mengungsi /urbanisasi).
· Sebab2 yg berhubungan dgn jasmani & rohani: frustasi/tekanan jiwa,,cacat mental,,cacat pisik,,malas bekerja..
· Sebab2 ekonomi: kesulitan menanggung hidup lebih2 yg berkeluarga besar,,kecilnya pendapatan per kapita sehingga lambat laun tak bekerja terus,,kegagalan di bidang pertanian & belum bekarjanya industry.
Penghidupan & kehidupan gelandangan.
Ternyata mereka mempunyai pencaharian dengan melakukan usaha2,seperti: membecak, memburuh (kuli),mencari puntung rokok, pecahan kaca, dll,, melacurkan diri,, kerja di penampungan,,mengemis..dll.
Usaha2 mengatasi gelandangan bekerja sama dengan Polisi (Vice Contol)
· Mengadakan razia penangkapan kemudian ditampung di suatu tempat di luar kota untuk di rehablitir.
· Menampung para gelandangan untuk di didik dan di persiapkan untuk di kembalikan ke masyarakat setelah memiliki kepandaian atau di transmigrasikan.
PROSTITUSI “prostituere (menonjolkan diri)”
pengertian
· Menurut Reley Scott → penyerahan diri karena upah kepada umum dapat dilakukan oleh wanita & laki2.
· Moedikdo Moeliono → “pelacur dapat di artikan sbg penyerahan badan wanita dgn pembayaran oleh orang laki2 guna pemuasan nafsu sesuai orang2 itu.”
Jenis-jenis
· Pelacur dibordir-bordir
· pelacuran panggilan (call girl)
· balas dendam
· malas bekerja ingin hidup mewah
Usaha2 penanggulangan masalah prostitusi
· Melarang dgn UU diikuti dgn razia2/penangkapan
· Dengan lokalisasi di tampung di tempat2 jauh di luar kota dgn pengawasan & perawatan serta diberikan penerangan2 agama.
· Rehabilitas dlm asrama2 dimana para pelacur yg tertangkap setelah diseleksi maka yg ditangkap masih dapat diperbaiki ditampung dlm asrama.
· Dengan pencatatan dan pengawasan kesehatan.
RATIH GALIH KIRANA (25209061)
1 EB 18
Pengertian → Masalah2 sosial menyangkut nilai2 sosial yg mencangkup pula segi moral, karena utk dapat mengklasifikasikan suatu persoalan sebagai masalah social, maka harus menggunakan penilaian sbg ukuran.
Masalah masyarakat→ menyangkut analisis tentang macam2 gejala kehidupan masyarakat.
Problem social → meneliti gejala2 abnormal masyarakat dgn maksud utk memperbaiki atau menghilangkan gejala2 abnormal tsb.
Contoh masalah social: kejahatan, konflik atas ras, kemiskinan, perceraian, pelacuran, delinkuensi ana dll.
Sebab2 terjadinya masalah sosial
· Factor ekonomi →kemiskinan, penganguran dll.
· Factor biologis → penyakit.
· Factor Biopsikologis →penyakit syaraf, bunu diri, disorganisasi jiwa.
· Factor kebudayaan → perceraian, kejahatan, kenakalan anak2, konflik social, keagamaan.
Manfaat penelitian sosiologi bagi pembangunan: Kebudayaan yang berintkan pada nilai2 yg mendukung pembangunan.
· Pola interaksi sosial
· Kelompok2 sosial yg menjadi bagian masyarakat.
· Stratifikasi social
· Lembaga2 sosial yg merupakan kesatuan kaidah2 yg berkisar pada kebutuhan dasar manusia & kelompok sosial.
Sebab2 seseorang menjadi kehidupan Gelandangan
· Sebab2 sosial kemasyarakatan: pengaruh2 buruk dlm masyarakat (perjudian, madat dll), gangguan keamanan & bencana alam (mengungsi /urbanisasi).
· Sebab2 yg berhubungan dgn jasmani & rohani: frustasi/tekanan jiwa,,cacat mental,,cacat pisik,,malas bekerja..
· Sebab2 ekonomi: kesulitan menanggung hidup lebih2 yg berkeluarga besar,,kecilnya pendapatan per kapita sehingga lambat laun tak bekerja terus,,kegagalan di bidang pertanian & belum bekarjanya industry.
Penghidupan & kehidupan gelandangan.
Ternyata mereka mempunyai pencaharian dengan melakukan usaha2,seperti: membecak, memburuh (kuli),mencari puntung rokok, pecahan kaca, dll,, melacurkan diri,, kerja di penampungan,,mengemis..dll.
Usaha2 mengatasi gelandangan bekerja sama dengan Polisi (Vice Contol)
· Mengadakan razia penangkapan kemudian ditampung di suatu tempat di luar kota untuk di rehablitir.
· Menampung para gelandangan untuk di didik dan di persiapkan untuk di kembalikan ke masyarakat setelah memiliki kepandaian atau di transmigrasikan.
PROSTITUSI “prostituere (menonjolkan diri)”
pengertian
· Menurut Reley Scott → penyerahan diri karena upah kepada umum dapat dilakukan oleh wanita & laki2.
· Moedikdo Moeliono → “pelacur dapat di artikan sbg penyerahan badan wanita dgn pembayaran oleh orang laki2 guna pemuasan nafsu sesuai orang2 itu.”
Jenis-jenis
· Pelacur dibordir-bordir
· pelacuran panggilan (call girl)
· balas dendam
· malas bekerja ingin hidup mewah
Usaha2 penanggulangan masalah prostitusi
· Melarang dgn UU diikuti dgn razia2/penangkapan
· Dengan lokalisasi di tampung di tempat2 jauh di luar kota dgn pengawasan & perawatan serta diberikan penerangan2 agama.
· Rehabilitas dlm asrama2 dimana para pelacur yg tertangkap setelah diseleksi maka yg ditangkap masih dapat diperbaiki ditampung dlm asrama.
· Dengan pencatatan dan pengawasan kesehatan.
RATIH GALIH KIRANA (25209061)
1 EB 18
Jumat, 02 April 2010
masalah sosial sebagai efek perubahan kasus lingkungan hidup
MAKALAH
SOSIOLOGI DAN POLITIK
DOSEN : Muhammad Burhan Amin
“ MASALAH SOSIAL SEBAGAI EFEK PERUBAHAN (KASUS LINGKUNGAN HIDUP) DAN UPAYA PEMECAHANNYA“
Disusun oleh:
RATIH GALIH KIRANA
KELAS :1EB18
NPM : 25209061
JURUSAN : AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
Mata kuliah : Sosiologi dan politik
Dosen : Muhammad Burhan Amin
Topik tugas : Masalah Sosiologi Sebagai Efek Perubahan (Kasus Lingkungan Hidup) dan Upaya Pemecahannya
Kelas : 1-EB-18
Dateline Tugas : 03 April 2010
Tanggal penyerahan tugas : 03 April 2010
PERNYATAAN
Dengan ini kami menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam tugas ini kami buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim atau pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, kami siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.
Penyusun
NPM
Nama Lengkap
Tanda Tangan
25209061
RATIH GALIH KIRANA
Program Sarjana Akuntansi dan Manajemen
UNIVERSITAS GUNADARMA
Tahun 2010
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang MASALAH SOSIAL SEBAGAI EFEK PERUBAHAN, (KASUS LINGKUNGAN HIDUP), yang saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang “kasus lingkungan hidup”. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada dosen Sosiologi dan Politik yaitu Bpk. Muhammad Burhan Amin yang telah membimbing saya agar dapat mengerti tentang bagaimana cara kami menyusun karya tulis ilmiah.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
Bekasi, 03 April 2010
DAFTAR ISI
PERNYATAAN……………………………………………...…………………………...i
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………….ii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………......iii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………1
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………….3
A. Intensitas dan kompleksitas masalah………..…………………………………….3
B. Latar belakang masalah…………………………………………..………………..4
C. Penanganan masalah……………………………………………..………………..8
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………………...……11
A. KESIMPULAN……………………………………………………………..……11
B. SARAN……………………………………………………………………..……11
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………12
BAB I
PENDAHULUAN
Apabila seseorang membicarakan lingkungan hidup, biasanya yang dipikiran adalah hal-hal atau segala sesuatu yang berada di sekitar manusia, baik sebagai individu maupun dalam pergaulan hidup. Agar dapat mempertahankan hidup, manusia melakukan penyesuaian-penyesuaian atau adaptasi. Biasanya adaptasi dibedakan sebagi berukut.
a. Adaptasi genetic
Setiap lingkungan hidup biasanya merangsang penghuninya untuk membentuk struktur tubuh yang spesifik, yang bersifat turun-temurun dan permanen.
b. Adaptasi somatic
Adaptasi somatic merupakan penyesuaian secara structural atau fungsional yang sifatnya sementara (tidak turun-temurun).
Kalau memperhatikan kehidupan lingkungan, mungkin akan dirasakan atau akan nampak adanya lingkungan yang berbeda-beda di dalam kehidupan manusia. Lingkungan terjadi karena adanya hubungan timbale balik ebtara organism-organisme hidup tertentu, yang membentuk suatu keserasian atau keseimbangan tertentu. Keseluruhan lingkungan hidup tertentu tersebut biasanya dinamakan masyarakat organisme hidup atau biotic community.
Suatu biotic community tinggal disuatu wilayah “masyarakat” benda atau biotic community. Antara keduanya terjadi proses interaksi yang menuju ke suatu keadaan serasi, yang terwujud di dalam kesatuan-kesatuan tertentu yang disebut ekosistem.
Ada kesatuan ekosistem yang alamaiah dan ada pula yang merupakan hasil buatan manusia. Pada masyarakat-masyarakat bersahaja, biasanya dijumpai ekosistem alamiah, sedangkan ekosistem buatan cenderung terdapat pada masyarakat madya dan modern (dan tentu nya pada masyarakat-masyarakat purna industrial atau post—industrial societies). Di dalam ekositem alamiah terdapat heterogenitas organiseme yang tinggi sehingga dengan sendirinya mampu mempertahankan semua proses hidup. Ekosistem buatan agak kurang heterogenitas sehinngga selalu membutuhkan bantuan energy agar tetap stabil.
Suatu ekosistem mungkin mengalami perubahan-perubahan lantaran bekerjanya factor-faktor fisik-alamiah dan pengaruhnya besar terhadap manusia. Pengaruh-pengaruh tersebut, misalnya merupakan:
a. Pengaruh sinar matahari.
b. Pengaruh iklim
c. Pengaruh panas dan dingin.
Pengaruh sinar matahari misalnya merupakan salah satu bentuk energy kehidupan yang di butuhkan loeh setiap organisme. Manusia menyesuaikan diri terhadap lingkungan pengaruh sinar matahari yang berbeda zonasinya. Perbedaan zonasi antara lain, berpengaruh terhadap kesehatan manusia, misalnya dengan kemungkinan timbulnya time zone syndrome.
Iklim mempunyai pengaruh trhadap kesehatan manusia. Pencemaran lingkungan merupakan salah satu akibat dari subsidi energy yang dimasukkan oleh manusia kedalam lingkungan buatannya.
Semula bahan pencemarannya diduga terbuat dari bahan-bahan relatif baru seperti misalnya plastic, kaleng dan lain sebagai nya. Akan tetapi ternyata bahan-bahan “lama” juga mungkin mencemarkan lingkungan. Disamping tiu perbuatan-perbuatan atau tingkah laku manusia dapat pula di golingkan dalam bahan pencemar yang kemudian menghancurkan dirinya sendiri.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Intensitas dan Kompleksitas Masalah
Suatu ekosistem pada dasarnya adalah suatu komunitas biota yang berinteraksi dengan lingkungan fisiknya seperti matahari, air, tanah dan batuan. Pertambahan populasi manusia termasuk perubahan bagi berbagai jenis perilakunya akan dapat memengaruhi keseimbangan yang ada. Eitzen mengemukakan adanya beberapa factor dari kekuatan social atau manusia dan perilakunya yang ebrpengaruh terhadap hadirnya masalah pencemaran dan kelestarian lingkungan. Faktoer-faktor tersebut adalah:
1. Pertumbuhan penduduk yang pesat dan mengakibat kan meningkatnya permintaan akan makanan, energy dan beberap produk lain.
2. Konsentrasi penduduk di daerah perkotaan menyebabkan berbagai limbah yang harus diresap oleh ekosistem dan lingkunga.
3. Proses pembangunan dan medernisasi yang peningkatkan penggunaan teknologi modern dan pola konsumsi.
Dengan demikian seolah-olah telah terjadi semacam konflik antara tujuan pembangunan, khususnya pembangunan ekonomi dengan tujuan konservasi atau pencagaran. Kesan adanya konflik semacam itu akan tampak semakin tajam apabila pendekatan pembangunan yang digunakan lebih berorientasi pada peningkatan produksi yang cepat.
Salim mengemukakaan hal itu melalui beberapa dampak lingkungan dari pendekatan pembangunan yang menggunakan pandangan aliran klasik dan neoklasik. Pertama, mekanisme pasar bekerja tanpa pertimbangan lingkungan hidup,. Dengan demikian, eknologi produksi dan pola konsumsi dikembangkan tanpa memperhitungkan pengaruhna terhadap lingkungan. Kedua,tumbuh-tumbuhan, binatang, zat dan benda mati yang tidak atau belum diketahui manfaatnya saat ini akan luput pula dari perhitungan ekonomi pembangunan, sehingga kemusnahannya tidak dirasakan sebagai kerugian. Ketiga, setiap sumber alam di olah tanpa keharusan memepertbaruinya kembali walaupun termasuk jenis renewable resources. Keempat, berbagai bentuk sampah, kotoran dan limbah sebagai hasil kegiatan industry tidak masuk biaya perusahaan, demikian juga beban yang diderita pihak lain sebagai akibatnya.
Selain dilihat dari jenis-jenis pencemaran, keluasaan masalah pencemaran dan kelestarian alam juga dapat dilihat dari berbagai dimensi. Dimensi waktu, karena masalahnya tidak hanya dirasakan pada saat ini akan tetapi terutama dimasa mendatang. Dimensi ruang, karena masalah ini dapat terjadi dalam kawasan manapun baik kota maupun desa.
Masalah pencemaran dan kelestarian lingkungan juga merupakan persoalan dalam ruang lingkup nasional. Pada dimensi yang lain masalah ini juga dapat terjadi dalam semula lapisan social. Demikian juga penyebab masalahnya juga dapat berasal dari keseluruhan lapisan tersebut. Bahkan dilihat dari proses produksi, penyandang masalah dan penyebab masalah dapat terjadi pada dan berasal dari baik produsen maupun konsumen. Demikian juga dalam hal sumber masalahnya, lapisan tertentu lebih lantang dituding sebagai penyebaba masalah dibanding yang lain. Barang kali masalah penguasaan arus informasi dan komunkasi serta aspek structural akan dapat menjelaskan kenyataan tersebut.
B. Latar belakang masalah
Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam
Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya gelombang tsunami yang memporak-porandakan bumi Serambi Mekah dan Nias, serta gempa 5 skala Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan contoh fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi.
Peristiwa alam lainnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
a. Letusan gunung berapi
Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunung berapi.
Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara
lain berupa:
1) Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.
2) Lava panas, merusak, dan mematikan apa pun yang dilalui.
3) Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.
4) Gas yang mengandung racun.
5) Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan, dan lain-lain.
b. Gempa bumi
Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya gempa.
Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya:
1) Berbagai bangunan roboh.
2) Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.
3) Tanah longsor akibat guncangan.
4) Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.
5) Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang).
c. Angin topan
Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan rendah.
Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok. Serangan angin topan bagi negara-negara di kawasan Samudra Pasifik dan Atlantik merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayah-wilayah di kawasan California, Texas, sampai di kawasan Asia seperti Korea dan Taiwan, bahaya angin topan merupakan bencana musiman. Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan iklim di Indonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejala pemanasan global.
Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk:
1) Merobohkan bangunan.
2) Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.
3) Membahayakan penerbangan.
4) Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.
2. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia
Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup.
Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:
a. Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.
b. Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.
c. Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.
Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
a. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).
b. Perburuan liar.
c. Merusak hutan bakau.
d. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
e. Pembuangan sampah di sembarang tempat.
f. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).
g. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.
C. Upaya penanganan masalah
Upaya Penaggulangan Kerusakan Lingkungan Hidup
1. Memproduksi minyak secara alami
Ada proses bernama themo-depolymerization, suatu proses yang sama dengan bagaimana alam memproduksi minyak. Misalnya libah berbasis karbon jika dipanaskan dan diberi tekanan tepat, mampu menghasilkan bahan minyak. Secara alami proses ini membutuhkan waktu jutaan tahun. Dari eksperimen yang sudah-sudah, kotoran ayam kalkun mampu memproduksi sekitar 600 pon petroleum
2. Menghilangkan garam dari air laut
PBB mencatat, suplai air bersih akan sangat terbatas bagi milyaran manusia pada pertengahan abad ini. Ada teknologi bernama Desalinasi, yakni menhilangkan kadar garam dan mineral dari air laut sehingga layak diminum. Ini merupakan solusi yang bias dilakukan untuk mencegah krisis air. Masalahnya, teknologi ini masih terlalu mahal dan membutuhkan energi cukup besar. Kini para ilmuan tengah mencari jalan agar desalinasi dapat berlangsung dengan energi lebih sedikit. Salah satu caranya adalah dengan melakukan evaporasi pada air sebelum masuk ke membrane dengan pori-pori mikroskopis.
3. Tenaga Hidrogen
Bahan bakar hydrogen dianggap sebagai bahan bakar alternative bebas polusi. Energi dihasilkan dari perpaduan antara hydrogen dan oksigen. Problemnya adalah bagaimana hydrogen itu dihasilkan. Molekul seperti air dan alkohol harus diproses dulu untuk mengekstaksi hydrogen sehingga menjadi sel bahan bakar. Proses ini juga membutuhkan energi besar. Namun setidaknya ilmuwan sudah mencoba membuat laptop serta peranti lain dengan tenaga fuel cell.
4. Tenaga Surya
Energi surya yang sampai di bumi terbentuk dari photon, dapat dikonversikan menjadi listrik atau panas. Beberapa perusahaan sudah berhasil menggunakan aplikasi ini. Mereka memakai sel surya dan termal surya sebagai media pengumpul energi.
5. Konversi Panas Laut
Media pengumpul tenaga surya terbesar di bumi ini adalah air laut. Departemen Energi Amerika Serikat (AS) menyebut, laut mampu menyerap panas surya setara dengan energi yang dihasilkan 250 miliar barel minyak/hari. Ada teknologi bernama OTEC yang mampu mengkonversikan energi termal laut menjadi listrik. Perbedaan suhu antar permukaan laut mampu menjalankan turbin dan menggerakkan generator. Masalahnya, teknologi ini masih kurang efisien.
6. Energi Gelombang Laut
Laut melingkupi 70 % permukaan bumi. Gelombangnya menyimpan energi besar yang dapat menggerakkan turbin-turbin sehingga menghasilkan listrik. Problemnya agak sulit memperkirakan kapan gelombang laut cukup besar sehingga memproduksi energi yang cukup, solusinya adalah dengan menyimpan sebagian energi ketika gelombang cukup besar. Sungai Timur kota New York saat ini sedang menjadi proyek percobaan dengan enam turbin bertenaga gelombang air. Sedangkan Portugis justru sudah lebih dulu mempraktikan teknologi ini dan sukses menerangi lebih dari 1500 rumah.
7. Menanami Atap Rumah
Tanaman yang tanam di atap rumah ini mampu menyerap panas dan mengurangi karbon dioksida. Bayangkan jika burung-burung dan kupu-kupu berterbangan di sekitar rumah hijau kita.
8. Bioremediasi
Bioremediasi adalah memanfaatkan mikroba dan tanaman untuk membersihkan kontaminasi. Salah satunya adalah membersihkan kandungan nitrat dalam air dengan bantuan mikroba. Atau memakai tanaman untuk menetralisir arsenic dari tanah. Beberapa tumbuhan asli ternyata punya daerah untuk membersihkan bumi kita dari aneka polusi.
9. Kubur barang-barang Perusak
Karbon dioksida adalah factor utaa penyebab pemanasan global. Energy Information Administration (EIA) mencatat, tahun 2030 emisi karbon dioksida mencapai 8000 juta metric ton. Metode paling sederhana untuk menekan kandungan zat berbahaya itu adalah dengan menguburkan berbagai sumber penghasilan CO2 seperti aneka limbah elektronik berbahaya. Namun ilmuan masih belum yakin bahwa gas berbahaya akan tersimpan aman
10. Buku Elektronik
Berapa ton kertas dan berapa banyak pohon yang harus ditebang bagi seanteo dunia jika kita sampai semua harus membeli Koran, majalah, novel, buku pelajaran, buku tulis, kertas tulis, sampai tisu toilet. Buku elektronik atau surat elektronik yang lebih dikenal dengan e-book dan email memberi kontribusi sangat berarti pada kelangsungan hidup. Dengan teknologi itu, produksi kertas dapat ditekan, sehingga bahan kita tak perlu menebang terlalu banyak pohon.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPILAN
Penyebab terjadinya masalah lingkungan hidup adalah adanya kegiatan masyarakat seperti pembuangan limbah pabrik, sampah dari rumah tangga, penebangan dan kebakaran hutan yang dapat menimbulkan pencemaran terhadap sungai dan laut, tanah, hutan sehingga banyak flora dan fauna yang punah.
B. SARAN
Dalam kesempatan kali ini penyusun berharap dan memberikan saran agar kita selaku makhluk yang mendiami lingkungan harus bisa menjaga keseimbangan dan keselarasan lingkungan sendiri gausah disuruh dan diperintah. Mulailah dari sekarang, dari hal yang terkecil, mulai dari diri kita masing-masing. Dan tuntutlah ilmu juga pendidikan lebih luas dan bijaksana agar tatanan kehidupan selaras seimbang antara satu hal dengan hal lain yang ada didalamnya, dengan begitu maka akan tercipta kehidupan yang aman, nyaman dan tentram terkendali
Daftar pustaka
· Soetomo.masalah social dan upaya pemecahannya:penerbit pustaka pelajar.
· Soekanto,soerjono.sosiologi suatu pengantar.Jakarta:rajawali pers.
· http://m.cybermq.com
SOSIOLOGI DAN POLITIK
DOSEN : Muhammad Burhan Amin
“ MASALAH SOSIAL SEBAGAI EFEK PERUBAHAN (KASUS LINGKUNGAN HIDUP) DAN UPAYA PEMECAHANNYA“
Disusun oleh:
RATIH GALIH KIRANA
KELAS :1EB18
NPM : 25209061
JURUSAN : AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
Mata kuliah : Sosiologi dan politik
Dosen : Muhammad Burhan Amin
Topik tugas : Masalah Sosiologi Sebagai Efek Perubahan (Kasus Lingkungan Hidup) dan Upaya Pemecahannya
Kelas : 1-EB-18
Dateline Tugas : 03 April 2010
Tanggal penyerahan tugas : 03 April 2010
PERNYATAAN
Dengan ini kami menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam tugas ini kami buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim atau pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, kami siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.
Penyusun
NPM
Nama Lengkap
Tanda Tangan
25209061
RATIH GALIH KIRANA
Program Sarjana Akuntansi dan Manajemen
UNIVERSITAS GUNADARMA
Tahun 2010
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang MASALAH SOSIAL SEBAGAI EFEK PERUBAHAN, (KASUS LINGKUNGAN HIDUP), yang saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang “kasus lingkungan hidup”. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada dosen Sosiologi dan Politik yaitu Bpk. Muhammad Burhan Amin yang telah membimbing saya agar dapat mengerti tentang bagaimana cara kami menyusun karya tulis ilmiah.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
Bekasi, 03 April 2010
DAFTAR ISI
PERNYATAAN……………………………………………...…………………………...i
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………….ii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………......iii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………1
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………….3
A. Intensitas dan kompleksitas masalah………..…………………………………….3
B. Latar belakang masalah…………………………………………..………………..4
C. Penanganan masalah……………………………………………..………………..8
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………………...……11
A. KESIMPULAN……………………………………………………………..……11
B. SARAN……………………………………………………………………..……11
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………12
BAB I
PENDAHULUAN
Apabila seseorang membicarakan lingkungan hidup, biasanya yang dipikiran adalah hal-hal atau segala sesuatu yang berada di sekitar manusia, baik sebagai individu maupun dalam pergaulan hidup. Agar dapat mempertahankan hidup, manusia melakukan penyesuaian-penyesuaian atau adaptasi. Biasanya adaptasi dibedakan sebagi berukut.
a. Adaptasi genetic
Setiap lingkungan hidup biasanya merangsang penghuninya untuk membentuk struktur tubuh yang spesifik, yang bersifat turun-temurun dan permanen.
b. Adaptasi somatic
Adaptasi somatic merupakan penyesuaian secara structural atau fungsional yang sifatnya sementara (tidak turun-temurun).
Kalau memperhatikan kehidupan lingkungan, mungkin akan dirasakan atau akan nampak adanya lingkungan yang berbeda-beda di dalam kehidupan manusia. Lingkungan terjadi karena adanya hubungan timbale balik ebtara organism-organisme hidup tertentu, yang membentuk suatu keserasian atau keseimbangan tertentu. Keseluruhan lingkungan hidup tertentu tersebut biasanya dinamakan masyarakat organisme hidup atau biotic community.
Suatu biotic community tinggal disuatu wilayah “masyarakat” benda atau biotic community. Antara keduanya terjadi proses interaksi yang menuju ke suatu keadaan serasi, yang terwujud di dalam kesatuan-kesatuan tertentu yang disebut ekosistem.
Ada kesatuan ekosistem yang alamaiah dan ada pula yang merupakan hasil buatan manusia. Pada masyarakat-masyarakat bersahaja, biasanya dijumpai ekosistem alamiah, sedangkan ekosistem buatan cenderung terdapat pada masyarakat madya dan modern (dan tentu nya pada masyarakat-masyarakat purna industrial atau post—industrial societies). Di dalam ekositem alamiah terdapat heterogenitas organiseme yang tinggi sehingga dengan sendirinya mampu mempertahankan semua proses hidup. Ekosistem buatan agak kurang heterogenitas sehinngga selalu membutuhkan bantuan energy agar tetap stabil.
Suatu ekosistem mungkin mengalami perubahan-perubahan lantaran bekerjanya factor-faktor fisik-alamiah dan pengaruhnya besar terhadap manusia. Pengaruh-pengaruh tersebut, misalnya merupakan:
a. Pengaruh sinar matahari.
b. Pengaruh iklim
c. Pengaruh panas dan dingin.
Pengaruh sinar matahari misalnya merupakan salah satu bentuk energy kehidupan yang di butuhkan loeh setiap organisme. Manusia menyesuaikan diri terhadap lingkungan pengaruh sinar matahari yang berbeda zonasinya. Perbedaan zonasi antara lain, berpengaruh terhadap kesehatan manusia, misalnya dengan kemungkinan timbulnya time zone syndrome.
Iklim mempunyai pengaruh trhadap kesehatan manusia. Pencemaran lingkungan merupakan salah satu akibat dari subsidi energy yang dimasukkan oleh manusia kedalam lingkungan buatannya.
Semula bahan pencemarannya diduga terbuat dari bahan-bahan relatif baru seperti misalnya plastic, kaleng dan lain sebagai nya. Akan tetapi ternyata bahan-bahan “lama” juga mungkin mencemarkan lingkungan. Disamping tiu perbuatan-perbuatan atau tingkah laku manusia dapat pula di golingkan dalam bahan pencemar yang kemudian menghancurkan dirinya sendiri.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Intensitas dan Kompleksitas Masalah
Suatu ekosistem pada dasarnya adalah suatu komunitas biota yang berinteraksi dengan lingkungan fisiknya seperti matahari, air, tanah dan batuan. Pertambahan populasi manusia termasuk perubahan bagi berbagai jenis perilakunya akan dapat memengaruhi keseimbangan yang ada. Eitzen mengemukakan adanya beberapa factor dari kekuatan social atau manusia dan perilakunya yang ebrpengaruh terhadap hadirnya masalah pencemaran dan kelestarian lingkungan. Faktoer-faktor tersebut adalah:
1. Pertumbuhan penduduk yang pesat dan mengakibat kan meningkatnya permintaan akan makanan, energy dan beberap produk lain.
2. Konsentrasi penduduk di daerah perkotaan menyebabkan berbagai limbah yang harus diresap oleh ekosistem dan lingkunga.
3. Proses pembangunan dan medernisasi yang peningkatkan penggunaan teknologi modern dan pola konsumsi.
Dengan demikian seolah-olah telah terjadi semacam konflik antara tujuan pembangunan, khususnya pembangunan ekonomi dengan tujuan konservasi atau pencagaran. Kesan adanya konflik semacam itu akan tampak semakin tajam apabila pendekatan pembangunan yang digunakan lebih berorientasi pada peningkatan produksi yang cepat.
Salim mengemukakaan hal itu melalui beberapa dampak lingkungan dari pendekatan pembangunan yang menggunakan pandangan aliran klasik dan neoklasik. Pertama, mekanisme pasar bekerja tanpa pertimbangan lingkungan hidup,. Dengan demikian, eknologi produksi dan pola konsumsi dikembangkan tanpa memperhitungkan pengaruhna terhadap lingkungan. Kedua,tumbuh-tumbuhan, binatang, zat dan benda mati yang tidak atau belum diketahui manfaatnya saat ini akan luput pula dari perhitungan ekonomi pembangunan, sehingga kemusnahannya tidak dirasakan sebagai kerugian. Ketiga, setiap sumber alam di olah tanpa keharusan memepertbaruinya kembali walaupun termasuk jenis renewable resources. Keempat, berbagai bentuk sampah, kotoran dan limbah sebagai hasil kegiatan industry tidak masuk biaya perusahaan, demikian juga beban yang diderita pihak lain sebagai akibatnya.
Selain dilihat dari jenis-jenis pencemaran, keluasaan masalah pencemaran dan kelestarian alam juga dapat dilihat dari berbagai dimensi. Dimensi waktu, karena masalahnya tidak hanya dirasakan pada saat ini akan tetapi terutama dimasa mendatang. Dimensi ruang, karena masalah ini dapat terjadi dalam kawasan manapun baik kota maupun desa.
Masalah pencemaran dan kelestarian lingkungan juga merupakan persoalan dalam ruang lingkup nasional. Pada dimensi yang lain masalah ini juga dapat terjadi dalam semula lapisan social. Demikian juga penyebab masalahnya juga dapat berasal dari keseluruhan lapisan tersebut. Bahkan dilihat dari proses produksi, penyandang masalah dan penyebab masalah dapat terjadi pada dan berasal dari baik produsen maupun konsumen. Demikian juga dalam hal sumber masalahnya, lapisan tertentu lebih lantang dituding sebagai penyebaba masalah dibanding yang lain. Barang kali masalah penguasaan arus informasi dan komunkasi serta aspek structural akan dapat menjelaskan kenyataan tersebut.
B. Latar belakang masalah
Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam
Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya gelombang tsunami yang memporak-porandakan bumi Serambi Mekah dan Nias, serta gempa 5 skala Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan contoh fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi.
Peristiwa alam lainnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
a. Letusan gunung berapi
Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunung berapi.
Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara
lain berupa:
1) Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.
2) Lava panas, merusak, dan mematikan apa pun yang dilalui.
3) Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.
4) Gas yang mengandung racun.
5) Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan, dan lain-lain.
b. Gempa bumi
Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya gempa.
Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya:
1) Berbagai bangunan roboh.
2) Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.
3) Tanah longsor akibat guncangan.
4) Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.
5) Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang).
c. Angin topan
Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan rendah.
Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok. Serangan angin topan bagi negara-negara di kawasan Samudra Pasifik dan Atlantik merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayah-wilayah di kawasan California, Texas, sampai di kawasan Asia seperti Korea dan Taiwan, bahaya angin topan merupakan bencana musiman. Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan iklim di Indonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejala pemanasan global.
Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk:
1) Merobohkan bangunan.
2) Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.
3) Membahayakan penerbangan.
4) Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.
2. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia
Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup.
Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:
a. Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.
b. Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.
c. Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.
Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
a. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).
b. Perburuan liar.
c. Merusak hutan bakau.
d. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
e. Pembuangan sampah di sembarang tempat.
f. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).
g. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.
C. Upaya penanganan masalah
Upaya Penaggulangan Kerusakan Lingkungan Hidup
1. Memproduksi minyak secara alami
Ada proses bernama themo-depolymerization, suatu proses yang sama dengan bagaimana alam memproduksi minyak. Misalnya libah berbasis karbon jika dipanaskan dan diberi tekanan tepat, mampu menghasilkan bahan minyak. Secara alami proses ini membutuhkan waktu jutaan tahun. Dari eksperimen yang sudah-sudah, kotoran ayam kalkun mampu memproduksi sekitar 600 pon petroleum
2. Menghilangkan garam dari air laut
PBB mencatat, suplai air bersih akan sangat terbatas bagi milyaran manusia pada pertengahan abad ini. Ada teknologi bernama Desalinasi, yakni menhilangkan kadar garam dan mineral dari air laut sehingga layak diminum. Ini merupakan solusi yang bias dilakukan untuk mencegah krisis air. Masalahnya, teknologi ini masih terlalu mahal dan membutuhkan energi cukup besar. Kini para ilmuan tengah mencari jalan agar desalinasi dapat berlangsung dengan energi lebih sedikit. Salah satu caranya adalah dengan melakukan evaporasi pada air sebelum masuk ke membrane dengan pori-pori mikroskopis.
3. Tenaga Hidrogen
Bahan bakar hydrogen dianggap sebagai bahan bakar alternative bebas polusi. Energi dihasilkan dari perpaduan antara hydrogen dan oksigen. Problemnya adalah bagaimana hydrogen itu dihasilkan. Molekul seperti air dan alkohol harus diproses dulu untuk mengekstaksi hydrogen sehingga menjadi sel bahan bakar. Proses ini juga membutuhkan energi besar. Namun setidaknya ilmuwan sudah mencoba membuat laptop serta peranti lain dengan tenaga fuel cell.
4. Tenaga Surya
Energi surya yang sampai di bumi terbentuk dari photon, dapat dikonversikan menjadi listrik atau panas. Beberapa perusahaan sudah berhasil menggunakan aplikasi ini. Mereka memakai sel surya dan termal surya sebagai media pengumpul energi.
5. Konversi Panas Laut
Media pengumpul tenaga surya terbesar di bumi ini adalah air laut. Departemen Energi Amerika Serikat (AS) menyebut, laut mampu menyerap panas surya setara dengan energi yang dihasilkan 250 miliar barel minyak/hari. Ada teknologi bernama OTEC yang mampu mengkonversikan energi termal laut menjadi listrik. Perbedaan suhu antar permukaan laut mampu menjalankan turbin dan menggerakkan generator. Masalahnya, teknologi ini masih kurang efisien.
6. Energi Gelombang Laut
Laut melingkupi 70 % permukaan bumi. Gelombangnya menyimpan energi besar yang dapat menggerakkan turbin-turbin sehingga menghasilkan listrik. Problemnya agak sulit memperkirakan kapan gelombang laut cukup besar sehingga memproduksi energi yang cukup, solusinya adalah dengan menyimpan sebagian energi ketika gelombang cukup besar. Sungai Timur kota New York saat ini sedang menjadi proyek percobaan dengan enam turbin bertenaga gelombang air. Sedangkan Portugis justru sudah lebih dulu mempraktikan teknologi ini dan sukses menerangi lebih dari 1500 rumah.
7. Menanami Atap Rumah
Tanaman yang tanam di atap rumah ini mampu menyerap panas dan mengurangi karbon dioksida. Bayangkan jika burung-burung dan kupu-kupu berterbangan di sekitar rumah hijau kita.
8. Bioremediasi
Bioremediasi adalah memanfaatkan mikroba dan tanaman untuk membersihkan kontaminasi. Salah satunya adalah membersihkan kandungan nitrat dalam air dengan bantuan mikroba. Atau memakai tanaman untuk menetralisir arsenic dari tanah. Beberapa tumbuhan asli ternyata punya daerah untuk membersihkan bumi kita dari aneka polusi.
9. Kubur barang-barang Perusak
Karbon dioksida adalah factor utaa penyebab pemanasan global. Energy Information Administration (EIA) mencatat, tahun 2030 emisi karbon dioksida mencapai 8000 juta metric ton. Metode paling sederhana untuk menekan kandungan zat berbahaya itu adalah dengan menguburkan berbagai sumber penghasilan CO2 seperti aneka limbah elektronik berbahaya. Namun ilmuan masih belum yakin bahwa gas berbahaya akan tersimpan aman
10. Buku Elektronik
Berapa ton kertas dan berapa banyak pohon yang harus ditebang bagi seanteo dunia jika kita sampai semua harus membeli Koran, majalah, novel, buku pelajaran, buku tulis, kertas tulis, sampai tisu toilet. Buku elektronik atau surat elektronik yang lebih dikenal dengan e-book dan email memberi kontribusi sangat berarti pada kelangsungan hidup. Dengan teknologi itu, produksi kertas dapat ditekan, sehingga bahan kita tak perlu menebang terlalu banyak pohon.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPILAN
Penyebab terjadinya masalah lingkungan hidup adalah adanya kegiatan masyarakat seperti pembuangan limbah pabrik, sampah dari rumah tangga, penebangan dan kebakaran hutan yang dapat menimbulkan pencemaran terhadap sungai dan laut, tanah, hutan sehingga banyak flora dan fauna yang punah.
B. SARAN
Dalam kesempatan kali ini penyusun berharap dan memberikan saran agar kita selaku makhluk yang mendiami lingkungan harus bisa menjaga keseimbangan dan keselarasan lingkungan sendiri gausah disuruh dan diperintah. Mulailah dari sekarang, dari hal yang terkecil, mulai dari diri kita masing-masing. Dan tuntutlah ilmu juga pendidikan lebih luas dan bijaksana agar tatanan kehidupan selaras seimbang antara satu hal dengan hal lain yang ada didalamnya, dengan begitu maka akan tercipta kehidupan yang aman, nyaman dan tentram terkendali
Daftar pustaka
· Soetomo.masalah social dan upaya pemecahannya:penerbit pustaka pelajar.
· Soekanto,soerjono.sosiologi suatu pengantar.Jakarta:rajawali pers.
· http://m.cybermq.com
Sabtu, 27 Maret 2010
LAPISAN-LAPISAN DALAM MASYARAKAT (STRATIFIKASI SOSIAL)
LAPISAN-LAPISAN DALAM MASYARAKAT (STRATIFIKASI SOSIAL)
Ø PENGERTIAN
- Aristoteles (filsuf bangsa Yunani) → Mengatakan bahwa di dlm tiap2 negara terdapat 3 unsur,yaitu:
mereka yang kaya sekali, mereka yg berada di tengah2nya & mereka yg melarat.
- Pitirim A. Sorokin → Perbedaan penduduk /masyarakat ke dalam lapisan2 kelas2 scr bertingkat (hirarkis)
- Drs. Robert M.Z. Lawang → Penggolongan orang2 yg termasuk dlm suatu system social tertentu ked lm lapisan2 hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
- Kesimpulan → Stratifikasi social menunjukan perbedaan penggolongan, pada lapisan yg mana seseorang itu berada. Apakah lapisan atas, menengah & bawah.
Ø KONSEP2
- Penggolongan:
o Proses → Subyektif: defenisi dari dlm hubungan interaksi dgn orang lain
o Hasil → Objektif : terlepas dari individu
- System social → System social dlm hubungan nya dgn system stratifikasi harus dilihat sebagai sesuatu yg membatasi dimana penggolongan itu berlaku
- Prestise (kehormatan) → Masalah kehormatan sifatnya leratif. Dlm arti kehormatan harus kita kaitkan dgn suatu kebudayaan atau system social tertentu.
- Privilese → Artinya hak istimewa,hak untuk memperoleh perlakuan khusus. Dlm studi stratifikasi sosial,minimal privilese ini dihubungkan dlm dua hal, yaitu: ekonomi & budaya.
o Privilese ekonomi: uang atau kekayaan mrpkn alat yg dpt membuat seseorang perlakuan yg istimewa.:
1. Bidang pendidikan
2. Bidang kesehatan
3. Bidang pekerjaan
o Privilese budaya:dpt memberi hak istimewa scr tdk lgsg yg memungkinkan mrk yg memiliki nya dpt memperoleh privilese dlm bidang ekonomi.
- Lapisan Hirarkis → Dalam studi sosiologi ada beberapa istilah yang sudah baku yang menggambarkan perbedaan lapisan, yaitu upper, middle, lower
- Kekuasaan → Max Weber, kekuasaan adalah ‘KESEMPATAN (change probability) yang ada pada seseorang atau sejumlah orang untuk melaksanakan kemauannya sendiri dalam suatu tindakan dalam suatu tindakan itu’.
3 jenis kekuasaan:
o Kekuasaan utilitarian ; suatu ajaran yang mengatakan bahwa tindakan itu baik kalau berguna (useful)
o Kekuasaan Koersif : kekuasaan yang memaksa dengan menggunakan asset (senjata, tenaga mannusia, atau organisasi seperti polisi, tentara atau badan keamanan lainnya).
o Kekuasaan Persuasif ; hampir sama dengan koersif, tetapi konsep ini menggunakan nilai, perasaan atau kepercayaan yang ada dala suatu masyarakat tertentu
Ø Hubungan Antardimensi Stratifikasi Sosial
- Yg dimaksud dimensi adlh kekuasaan,privilese, & prestise. Sedangkan yg dimaksud dgn hubungan adlh terutama mengenai penjelasan apakah kalau org itu berkuasa juga berprivilese& sebaliknya.
- Max Weber: Bahwa kekuasaan memperlihatkan gejala tersendiri yg lain daipada privilese & prestise. Atas dasar ini Weber membedakan kedalam 3 kelas:
o Kelas kepemilikan : mereka yg memiliki benda2 berharga dsb.
o Kelas perdagangan didasarkan pada keahlian yg dilihat dari segi pendapatan
o Kelas sosial menurut Weber yg membedakan antara lapisan yg ada adalah gaya hidup ( live style)
NAMA : RATIH GALIH KIRANA
NPM : 25209061
KELAS : 1EB18
Ø PENGERTIAN
- Aristoteles (filsuf bangsa Yunani) → Mengatakan bahwa di dlm tiap2 negara terdapat 3 unsur,yaitu:
mereka yang kaya sekali, mereka yg berada di tengah2nya & mereka yg melarat.
- Pitirim A. Sorokin → Perbedaan penduduk /masyarakat ke dalam lapisan2 kelas2 scr bertingkat (hirarkis)
- Drs. Robert M.Z. Lawang → Penggolongan orang2 yg termasuk dlm suatu system social tertentu ked lm lapisan2 hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
- Kesimpulan → Stratifikasi social menunjukan perbedaan penggolongan, pada lapisan yg mana seseorang itu berada. Apakah lapisan atas, menengah & bawah.
Ø KONSEP2
- Penggolongan:
o Proses → Subyektif: defenisi dari dlm hubungan interaksi dgn orang lain
o Hasil → Objektif : terlepas dari individu
- System social → System social dlm hubungan nya dgn system stratifikasi harus dilihat sebagai sesuatu yg membatasi dimana penggolongan itu berlaku
- Prestise (kehormatan) → Masalah kehormatan sifatnya leratif. Dlm arti kehormatan harus kita kaitkan dgn suatu kebudayaan atau system social tertentu.
- Privilese → Artinya hak istimewa,hak untuk memperoleh perlakuan khusus. Dlm studi stratifikasi sosial,minimal privilese ini dihubungkan dlm dua hal, yaitu: ekonomi & budaya.
o Privilese ekonomi: uang atau kekayaan mrpkn alat yg dpt membuat seseorang perlakuan yg istimewa.:
1. Bidang pendidikan
2. Bidang kesehatan
3. Bidang pekerjaan
o Privilese budaya:dpt memberi hak istimewa scr tdk lgsg yg memungkinkan mrk yg memiliki nya dpt memperoleh privilese dlm bidang ekonomi.
- Lapisan Hirarkis → Dalam studi sosiologi ada beberapa istilah yang sudah baku yang menggambarkan perbedaan lapisan, yaitu upper, middle, lower
- Kekuasaan → Max Weber, kekuasaan adalah ‘KESEMPATAN (change probability) yang ada pada seseorang atau sejumlah orang untuk melaksanakan kemauannya sendiri dalam suatu tindakan dalam suatu tindakan itu’.
3 jenis kekuasaan:
o Kekuasaan utilitarian ; suatu ajaran yang mengatakan bahwa tindakan itu baik kalau berguna (useful)
o Kekuasaan Koersif : kekuasaan yang memaksa dengan menggunakan asset (senjata, tenaga mannusia, atau organisasi seperti polisi, tentara atau badan keamanan lainnya).
o Kekuasaan Persuasif ; hampir sama dengan koersif, tetapi konsep ini menggunakan nilai, perasaan atau kepercayaan yang ada dala suatu masyarakat tertentu
Ø Hubungan Antardimensi Stratifikasi Sosial
- Yg dimaksud dimensi adlh kekuasaan,privilese, & prestise. Sedangkan yg dimaksud dgn hubungan adlh terutama mengenai penjelasan apakah kalau org itu berkuasa juga berprivilese& sebaliknya.
- Max Weber: Bahwa kekuasaan memperlihatkan gejala tersendiri yg lain daipada privilese & prestise. Atas dasar ini Weber membedakan kedalam 3 kelas:
o Kelas kepemilikan : mereka yg memiliki benda2 berharga dsb.
o Kelas perdagangan didasarkan pada keahlian yg dilihat dari segi pendapatan
o Kelas sosial menurut Weber yg membedakan antara lapisan yg ada adalah gaya hidup ( live style)
NAMA : RATIH GALIH KIRANA
NPM : 25209061
KELAS : 1EB18
KEBUDAYAAN, NORMA DAN LEMBAGA SOSIAL
KEBUDAYAAN, NORMA DAN LEMBAGA SOSIAL
Ø Kebudayaan
· PENGERTIAN
- E.B Taylor → Kebudayaan adlh komplikasi dlm keseluruhan yg meliputi pengetahuan, kesenian, moral, keagamaan, serta lain2 kenyataan & kebiasaan2 yg dilakukan manusia sbg anggota masyarakat.
- Leslie White → Kebudayaan adlh suatu kumpulan gejala2 yg terorganisasi terdiri dari tindakan2, benda2, ide2 dan perasaan2 yg tergandung pd penggunaan simbol2
- Koentjoroningrat → Kebudayaan adlh keseluruhan gagasan dan karya manusia yg dibiasakannya dgn belajar, beserta keseluruhan2 dari hasil budi & karya itu
- Selo soemardjan & Soelaeman → Kebudayaan sbg semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
· UNSUR-UNSUR
- Melville J. Herskovits:
- Alat2 teknologi ( alat0alat produktif,seperti: senjata, wadah, makanan & minuman, alat2 transportasi, dllm
- System ekonomi
- Keluarga
- Kekuasaan politik
- Bronislaw Malinowski : - Organisasi ekonomi
- Organisasi kekuatan
- System norma2 yg memungkinkan kerjasama antara para anggota masyarakat did lm upaya menguasai alam sekeliling.
- Alat2 lembaga atau petugas pendidikan, perlu diingat bahwa keluarga merupakan lembaga pendidikan yg utama
- C. Kluckhon : - Mata pencaharian hidup & system ekonomi
- System kemasyarakatan
- Peralatan & perlengkapan hidup manusia
- Bahasa & kesenian
- System pengetahuan
- Religi (system kepercayaan)
· FUNGSI
- Bronislaw Malinowski → Yg slalu mencoba mencari fungsi atau kegunaan stiap unsure kebudayaan, tak ada unsure kebudayaan yg tdk mempunyai kebudayaan yg cocok dlm kebudayaan sbg keseluruhan.
- Bagi masyarakat besar → Untuk melindingi diri dari alam, mengatur hubungan antar manusia juga sebagai wadah utk menyatakan perasaan.
Ø NORMA
- Patokan perilaku dlm suatu kelompok tertentu, norma memungkinkan seseorang utk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai oleh orang lain, & norma ini merupakan criteria bagi orang lain utk mendukung atau menolak seseorang.
· PENGERTIAN
- Emile Durkheim → Sesuatu yg berada diluar individu. Membatasi mereka & mengendalikan mereka
- Berry → Tekanan social terhadap anggota masyarakat untuk menjalankan norma2 tersebut
- Secara sosiologis ada 4 pengertian:
a. Tata kelakuan (mores) → Kebiasaan yg tidak semata2 dianggap sebagai cara perilaku saja,tetapi juga diterima sbg norma pengatur.
- Dianggap merupakan hal yg penting,karena:
· Tata kelakuan memberikan bata-batas
· Tata kelakuan mengidentifikasi individu dgn kelompok.
· Tata kelakuan menjaga solidaritas antar anggota masyarakat.
b.Kebiasaan (folkways) → Perbuatan yg berulang2 dlm bentuk yg sama ( kebiasaan hormat pada orang tua)
c. Cara (usage) → Amat berperan didlm hubungan antar individu did lm masyarakat, (makan mengeluarkan bunyi.)
d.Adat istiadat → Memiliki kekuatan meningkat yg paling kuat dibandingkan usage, folkways, dan mores.
Ø LEMBAGA SOSIAL
· Pengertian
- Koentjoroningrat → suatu system tata kelakuan & hubungan yg berpusat kpd aktivitas2 individu untuk memenuhi kompleks2 kebutuhan khusus dlm kehidupan masyarakat.
- Soerjono soekanto → memberikan batasan lembaga social atau lembaga kamasyarakatan merupakan himpunan norma2 segala tingkatan yg berkisar pada suatu kebutuhan poko did lm kehidupan masyarakat.
- Robert Mac Iver & Charles H. Page → lembaga kemasyarakatan sbg tata cara atau prosedur yg telah diciptakan utk mengatur hubungan antar manusia yg berkelompok dlm suatu kelompok kemasyarakatan yg dinamakan asosiasi.
- Leopod Von Wiese & Howard Becker → mendefinisikan lembaga masyarakat dari segi fungsinya, sbg suatu jaringan proses2 hubungan antar manusia & kelompok manusia yg berfungsi memelihara hubungan2 tersebut
· Fungsi
- Memberikan pedoman pada anggota masyarakat,bagaimana mereka harus bertingkah laku atau bersikap didlm menghadapi masalah2 dlm masyarakat.
- Menjaga kebutuhan masyarakat.
- Memberikan pegangan kepada masyarakat utk mengadakan system pengandalian social (social control)
· Ciri-ciri
- Organisasi pola2 perilaku yg terwujud melalui aktifitas2 kemasyarakatan dan hasil2nya.
- Suatu tingkah kekekalan tertentu merupakan ciri2 dari lembaga social.
- Mempunyai tujuan tertentu,tujuan2 tsb tdk sesuai atau sejalan dgn fungsi lembaga yg bersangkutan.
- Mempunyai tradisi tertulis ataupun taktertulis yg merumuskan tujuannya, tata tertib yg berlaku.
- Lambang2 merupakan cirri khas dari lembaga kemasyarakatan
- Mempunyai alat2 perlengkapan yg dipergunakan utk mencapai tujuan lembaga bersangkutan.
· Macam-macam
- Pranata yg bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan (kidship) atau domestic institutions.
- Pranata yg bertujuan memenuhi kebutuhan manusia utk mata pencaharian hidup (economic institutions).
- Pranata yg bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah manusia (scientific instutions)
- Pranata yg bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan (educational institution).
- Pranata yg bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah menyatakan rasa keindahan rekreasi (aesthetic, recreational institutions)
- Pranata yg bertujuan mengurus kebutuhan jasmaniah manusia (cosmetic institutions.)
- Pranata yg bertujuan memenuhi kebutuhan manusia utk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara (political institutions.)
- Pranata yg bertujuan memenuhi kebutuhan manusia yg berhubungan dengan Tuhan atau alam ghaib (religious institutions)
Ø Pengendalian social
· Pengertian
- Social control yaitu mencangkup segala proses baik yg direncanakan ataupun tidak,yang bersifa mendidik, memaksa warga2 masyarakat agar mematuhi kaidah2 atau nilai social yg berlaku.
· Dapat meliputi:
- Pengawasan dari individu terhadap individu lain.
- Pengawasan dari individu terhadap kelompok.
- Pengawasan dari kelompok terhadap kelompok.
- Pengawasan dari kelompok terhadap individu .
· Dengan cara:
- Persuasive adalah apabila pengendalian social ditekankan pada usaha mengajak & membimbing.
- Koersif lebih menekankan pada kekerasan atau ancaman dgn menggunakan atau mengandalkan kekuatan fisik.
NAMA : RATIH GALIH KIRANA
NPM : 25209061
KELAS : 1EB18
Ø Kebudayaan
· PENGERTIAN
- E.B Taylor → Kebudayaan adlh komplikasi dlm keseluruhan yg meliputi pengetahuan, kesenian, moral, keagamaan, serta lain2 kenyataan & kebiasaan2 yg dilakukan manusia sbg anggota masyarakat.
- Leslie White → Kebudayaan adlh suatu kumpulan gejala2 yg terorganisasi terdiri dari tindakan2, benda2, ide2 dan perasaan2 yg tergandung pd penggunaan simbol2
- Koentjoroningrat → Kebudayaan adlh keseluruhan gagasan dan karya manusia yg dibiasakannya dgn belajar, beserta keseluruhan2 dari hasil budi & karya itu
- Selo soemardjan & Soelaeman → Kebudayaan sbg semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
· UNSUR-UNSUR
- Melville J. Herskovits:
- Alat2 teknologi ( alat0alat produktif,seperti: senjata, wadah, makanan & minuman, alat2 transportasi, dllm
- System ekonomi
- Keluarga
- Kekuasaan politik
- Bronislaw Malinowski : - Organisasi ekonomi
- Organisasi kekuatan
- System norma2 yg memungkinkan kerjasama antara para anggota masyarakat did lm upaya menguasai alam sekeliling.
- Alat2 lembaga atau petugas pendidikan, perlu diingat bahwa keluarga merupakan lembaga pendidikan yg utama
- C. Kluckhon : - Mata pencaharian hidup & system ekonomi
- System kemasyarakatan
- Peralatan & perlengkapan hidup manusia
- Bahasa & kesenian
- System pengetahuan
- Religi (system kepercayaan)
· FUNGSI
- Bronislaw Malinowski → Yg slalu mencoba mencari fungsi atau kegunaan stiap unsure kebudayaan, tak ada unsure kebudayaan yg tdk mempunyai kebudayaan yg cocok dlm kebudayaan sbg keseluruhan.
- Bagi masyarakat besar → Untuk melindingi diri dari alam, mengatur hubungan antar manusia juga sebagai wadah utk menyatakan perasaan.
Ø NORMA
- Patokan perilaku dlm suatu kelompok tertentu, norma memungkinkan seseorang utk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai oleh orang lain, & norma ini merupakan criteria bagi orang lain utk mendukung atau menolak seseorang.
· PENGERTIAN
- Emile Durkheim → Sesuatu yg berada diluar individu. Membatasi mereka & mengendalikan mereka
- Berry → Tekanan social terhadap anggota masyarakat untuk menjalankan norma2 tersebut
- Secara sosiologis ada 4 pengertian:
a. Tata kelakuan (mores) → Kebiasaan yg tidak semata2 dianggap sebagai cara perilaku saja,tetapi juga diterima sbg norma pengatur.
- Dianggap merupakan hal yg penting,karena:
· Tata kelakuan memberikan bata-batas
· Tata kelakuan mengidentifikasi individu dgn kelompok.
· Tata kelakuan menjaga solidaritas antar anggota masyarakat.
b.Kebiasaan (folkways) → Perbuatan yg berulang2 dlm bentuk yg sama ( kebiasaan hormat pada orang tua)
c. Cara (usage) → Amat berperan didlm hubungan antar individu did lm masyarakat, (makan mengeluarkan bunyi.)
d.Adat istiadat → Memiliki kekuatan meningkat yg paling kuat dibandingkan usage, folkways, dan mores.
Ø LEMBAGA SOSIAL
· Pengertian
- Koentjoroningrat → suatu system tata kelakuan & hubungan yg berpusat kpd aktivitas2 individu untuk memenuhi kompleks2 kebutuhan khusus dlm kehidupan masyarakat.
- Soerjono soekanto → memberikan batasan lembaga social atau lembaga kamasyarakatan merupakan himpunan norma2 segala tingkatan yg berkisar pada suatu kebutuhan poko did lm kehidupan masyarakat.
- Robert Mac Iver & Charles H. Page → lembaga kemasyarakatan sbg tata cara atau prosedur yg telah diciptakan utk mengatur hubungan antar manusia yg berkelompok dlm suatu kelompok kemasyarakatan yg dinamakan asosiasi.
- Leopod Von Wiese & Howard Becker → mendefinisikan lembaga masyarakat dari segi fungsinya, sbg suatu jaringan proses2 hubungan antar manusia & kelompok manusia yg berfungsi memelihara hubungan2 tersebut
· Fungsi
- Memberikan pedoman pada anggota masyarakat,bagaimana mereka harus bertingkah laku atau bersikap didlm menghadapi masalah2 dlm masyarakat.
- Menjaga kebutuhan masyarakat.
- Memberikan pegangan kepada masyarakat utk mengadakan system pengandalian social (social control)
· Ciri-ciri
- Organisasi pola2 perilaku yg terwujud melalui aktifitas2 kemasyarakatan dan hasil2nya.
- Suatu tingkah kekekalan tertentu merupakan ciri2 dari lembaga social.
- Mempunyai tujuan tertentu,tujuan2 tsb tdk sesuai atau sejalan dgn fungsi lembaga yg bersangkutan.
- Mempunyai tradisi tertulis ataupun taktertulis yg merumuskan tujuannya, tata tertib yg berlaku.
- Lambang2 merupakan cirri khas dari lembaga kemasyarakatan
- Mempunyai alat2 perlengkapan yg dipergunakan utk mencapai tujuan lembaga bersangkutan.
· Macam-macam
- Pranata yg bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan (kidship) atau domestic institutions.
- Pranata yg bertujuan memenuhi kebutuhan manusia utk mata pencaharian hidup (economic institutions).
- Pranata yg bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah manusia (scientific instutions)
- Pranata yg bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan (educational institution).
- Pranata yg bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah menyatakan rasa keindahan rekreasi (aesthetic, recreational institutions)
- Pranata yg bertujuan mengurus kebutuhan jasmaniah manusia (cosmetic institutions.)
- Pranata yg bertujuan memenuhi kebutuhan manusia utk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara (political institutions.)
- Pranata yg bertujuan memenuhi kebutuhan manusia yg berhubungan dengan Tuhan atau alam ghaib (religious institutions)
Ø Pengendalian social
· Pengertian
- Social control yaitu mencangkup segala proses baik yg direncanakan ataupun tidak,yang bersifa mendidik, memaksa warga2 masyarakat agar mematuhi kaidah2 atau nilai social yg berlaku.
· Dapat meliputi:
- Pengawasan dari individu terhadap individu lain.
- Pengawasan dari individu terhadap kelompok.
- Pengawasan dari kelompok terhadap kelompok.
- Pengawasan dari kelompok terhadap individu .
· Dengan cara:
- Persuasive adalah apabila pengendalian social ditekankan pada usaha mengajak & membimbing.
- Koersif lebih menekankan pada kekerasan atau ancaman dgn menggunakan atau mengandalkan kekuatan fisik.
NAMA : RATIH GALIH KIRANA
NPM : 25209061
KELAS : 1EB18
PROSES SOSIAL dan INTERAKSI SOSIAL
PROSES SOSIAL dan INTERAKSI SOSIAL
A. PENGERTIAN PROSES SOSIAL
- Pengertiannya di bagi menjadi 2:
· Pengaruh Timbal-balik antara berbagai segi kehidupan bersama.
· Cara-cara berhubungan antara orang perorang atau kelompok manusia saling berhubungan.
- Perhitungan Sosiologi Dewasa ini (sekarang) :
Masyarakat → - Struktur masyarakat (Segi-segi statis)
- Fungsi masyarakat (Segi-segi Dinamis)
B. Interaksi Sosial Merupakan Faktor Utama Dalam Kehidupan Sosial
- Ada 3 Jenis Interaksi
1. Interaksi sosial antara Kelompok-kelompok manusia
2. Interaksi sosial antara individu
3. Interaksi Individu dalam masyarakat terkait
- 4 Faktor Interaksi
1. Faktor Imitasi
2. Faktor Sugesti
· Faktor-faktor yang memungkinkan terjadinya sugesti :
1. Faktor Hambatan daya Kemampuan Berpikir
2. Faktor Daya Pikir Yang Terpecah-pecah
3. Faktor Penggunaan Kewibaan
4. Faktor Pengukuhan Keyakinan Diri
5. Faktor Pendapat Mayoritas
3. Faktor Identifikasi
· Awalnya tidak Disadari
· Hubungan antara model tidak sadar dengan nilai yg menjadi sasaran identifikasi
4. Faktor SImpati
C. Syarat Terjadinya Interaksional Sosial
- Interaksi Karena Adanya Kontak
- Interaksi Karena Adanya Komunikasi
D. Kehidupan Yang Terasing
- Sebab-sebab seseorang diasingkan :
1. Secara badaniah seseorang sama sekali diasingkan dan berhubungan dengan orang lain
2. Terasing oleh karena cacat pada salah satu inderanya
3. Pengaruh Ras /Agama
E. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
- Kerja sama
- Persaingan (Compettition)
- Pertentangan atau pertikaian
- Akomodasi
· Coersion
· Compromise
· Arbritation
· Mediation
· Concilliation
· Toleration
· Stalemate
· Adjudication
NAMA : RATIH GALIH KIRANA
NPM : 25209061
KELAS : 1EB18
A. PENGERTIAN PROSES SOSIAL
- Pengertiannya di bagi menjadi 2:
· Pengaruh Timbal-balik antara berbagai segi kehidupan bersama.
· Cara-cara berhubungan antara orang perorang atau kelompok manusia saling berhubungan.
- Perhitungan Sosiologi Dewasa ini (sekarang) :
Masyarakat → - Struktur masyarakat (Segi-segi statis)
- Fungsi masyarakat (Segi-segi Dinamis)
B. Interaksi Sosial Merupakan Faktor Utama Dalam Kehidupan Sosial
- Ada 3 Jenis Interaksi
1. Interaksi sosial antara Kelompok-kelompok manusia
2. Interaksi sosial antara individu
3. Interaksi Individu dalam masyarakat terkait
- 4 Faktor Interaksi
1. Faktor Imitasi
2. Faktor Sugesti
· Faktor-faktor yang memungkinkan terjadinya sugesti :
1. Faktor Hambatan daya Kemampuan Berpikir
2. Faktor Daya Pikir Yang Terpecah-pecah
3. Faktor Penggunaan Kewibaan
4. Faktor Pengukuhan Keyakinan Diri
5. Faktor Pendapat Mayoritas
3. Faktor Identifikasi
· Awalnya tidak Disadari
· Hubungan antara model tidak sadar dengan nilai yg menjadi sasaran identifikasi
4. Faktor SImpati
C. Syarat Terjadinya Interaksional Sosial
- Interaksi Karena Adanya Kontak
- Interaksi Karena Adanya Komunikasi
D. Kehidupan Yang Terasing
- Sebab-sebab seseorang diasingkan :
1. Secara badaniah seseorang sama sekali diasingkan dan berhubungan dengan orang lain
2. Terasing oleh karena cacat pada salah satu inderanya
3. Pengaruh Ras /Agama
E. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
- Kerja sama
- Persaingan (Compettition)
- Pertentangan atau pertikaian
- Akomodasi
· Coersion
· Compromise
· Arbritation
· Mediation
· Concilliation
· Toleration
· Stalemate
· Adjudication
NAMA : RATIH GALIH KIRANA
NPM : 25209061
KELAS : 1EB18
Sejarah perkembangan sosiologi
Sejarah perkembangan sosiologi
1. Awal perkembangan sosiologi :
- Auguste Comte,filsafat perancis pada permulaan abad 19 (1798-1857)
- Sebelum Comte→Plato (429-347)
- Aristoteles, hidup 384-322 SM
- Filsuf Arab Ibnu Khaldun (1372-1496)
- Zaman Renaisance (1200-1600)
- Pelopor perkembangan → Auguste Comte :
· Tahap teologi
· Tahap metafisika
· Tahap tugas ilmu pengetahuan positif
2. Timbulnya sosiologi modern :
- MATER SCIANTIARIUM (induk semua ilmu pengetahuan)
- Perubahan pertengahan abad 20 abad 20, Emile Durkheim (1858-1947)
- W.I Thomas di Amerika (1863-1947)
- Momentum penting tepatnya di dalam tahun-tahun PD II
- Ilmuwan Herbert Spencer (1176) menggabungkan teori penting tentang evolusi social.
- Sosiologi Amerika Lesterward (1883) → Dynamic Sociology tentang perkembangan sosiologi melaluI aktivitas sosial
- Emile Durkheim(1895 )→ Rule Of Sociological Menthod. Studi adalah kelompok masyarakat di beberapa Negara.
- Max Weber (1884-1920) → studi ilmu social berdasar gejala dalam dunia kehidupan bersama
3. sosiologi di Indonesia :
- perkembangan sosiologi sebelum PD II
· Sri Paduka MangkunegaraIV dari Surakarta (inter Group Raletion)
· Alm. Ki Hajar Dewantar konsepnya mengenai kepemimpinan dan kekeluargaan :
a. Karya2 sarjana Belanda:Snouck Hurgronye,van Vollen Hoven dll.
b. Periode Sekolah Tinggi Hukum di Jakarata(Recht Hogeschool
- perkembangan setelah PD II.
· Setelah proklamasi 17-08-1945,munculna buku sosiologi karanganM.R.Djody Gondokusuma “sosiologi Indonesia”. Dan karangan Hassan Shadily “sosiologi untuk masyarakat indoesia”
NAMA : RATIH GALIH KIRANA
NPM : 25209061
KELAS : 1EB18
1. Awal perkembangan sosiologi :
- Auguste Comte,filsafat perancis pada permulaan abad 19 (1798-1857)
- Sebelum Comte→Plato (429-347)
- Aristoteles, hidup 384-322 SM
- Filsuf Arab Ibnu Khaldun (1372-1496)
- Zaman Renaisance (1200-1600)
- Pelopor perkembangan → Auguste Comte :
· Tahap teologi
· Tahap metafisika
· Tahap tugas ilmu pengetahuan positif
2. Timbulnya sosiologi modern :
- MATER SCIANTIARIUM (induk semua ilmu pengetahuan)
- Perubahan pertengahan abad 20 abad 20, Emile Durkheim (1858-1947)
- W.I Thomas di Amerika (1863-1947)
- Momentum penting tepatnya di dalam tahun-tahun PD II
- Ilmuwan Herbert Spencer (1176) menggabungkan teori penting tentang evolusi social.
- Sosiologi Amerika Lesterward (1883) → Dynamic Sociology tentang perkembangan sosiologi melaluI aktivitas sosial
- Emile Durkheim(1895 )→ Rule Of Sociological Menthod. Studi adalah kelompok masyarakat di beberapa Negara.
- Max Weber (1884-1920) → studi ilmu social berdasar gejala dalam dunia kehidupan bersama
3. sosiologi di Indonesia :
- perkembangan sosiologi sebelum PD II
· Sri Paduka MangkunegaraIV dari Surakarta (inter Group Raletion)
· Alm. Ki Hajar Dewantar konsepnya mengenai kepemimpinan dan kekeluargaan :
a. Karya2 sarjana Belanda:Snouck Hurgronye,van Vollen Hoven dll.
b. Periode Sekolah Tinggi Hukum di Jakarata(Recht Hogeschool
- perkembangan setelah PD II.
· Setelah proklamasi 17-08-1945,munculna buku sosiologi karanganM.R.Djody Gondokusuma “sosiologi Indonesia”. Dan karangan Hassan Shadily “sosiologi untuk masyarakat indoesia”
NAMA : RATIH GALIH KIRANA
NPM : 25209061
KELAS : 1EB18
Langganan:
Postingan (Atom)