Sabtu, 04 Mei 2013

artikel kesehatan


Artikel Kesehatan - Mamografi Mendeteksi Kanker Payudara Stadium Nol. 
            Kanker payudara merupakan kanker terbanyak kedua yang menyerang perempuan setelah kanker mulut rahim di Indonesia. Sampai sekarang belum diketahui penyebabnya secara pasti, sehingga dibutuhkan deteksi dini stadium kanker, yaitu stadium nol dengan menggunakan mamografi. Penderita pasien payudara setiap tahun semakin meningkat. Berdasarkan data dari International Agencies for Research on Cancer (IARC) tahun 2005, kasus baru di Indonesia sekitar 26 per 100.000 perempuan setiap tahun, dan sebagian besar dalam keadaan stadium lanjut
Deteksi dini stadium nol dibutuhkan untuk menemukan penderita kanker pada stadium rendah (down staging), sehingga presentase kemungkinan untuk dapat disembuhkan tinggi.
            Mamografi merupakan modalitas untuk deteksi dini atau skrining kanker payudara dengan menggunakan sinar X. Alat ini mampu memperlihatkan kelainan pada payudara dalam bentuk yang terkecil hingga kurang dari 5 mm (stadium nol). Pada stadium nol, mamografi dapat memperlihatkan adanya mikrokalsifikasi, yaitu suatu benjolan yang tidak dapat teraba baik oleh perempuan itu sendiri maupun dokter sekalipun, hingga benjolan tersebut berukuran 1 cm atau lebih.
            Stadium nol adalah merupakan stadium pre kanker, dimana massa tumor belum keluar dari kelenjar susu maupun saluran susu (LCIS atau DCIS). "Bila stadium nol dapat segera dideteksi, maka kemungkinan sembuh masih sangat besar," ujar Dr Sariningsih Hikmawati, Sp.Rad, Staf Medik Fungsional Bidang Radiologi RS Kanker Dharmais, dalam acara penyuluhan awam bertajuk 'Manfaat Pemeriksaan Mamografi' di RS Kanker Dharmais, Jakarta, Selasa (11/5/2010).  Menurut data Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) tahun 2003, prognosis daya tahan hidup penderita kanker payudara (survival rate) per stadium sebagai berikut:
  1. Stadium 0 (massa tumor belum keluar dari kelenjar susu maupun saluran susu): 10 tahun bertahan hidup 98 persen
  2. Stadium 1 (massa tumor masih terbatas pada payudara): 5 tahun bertahan hidup 85 persen
  3. Stadium 2 (telah ada keterlibatan kelenjar getah bening pada ketiak): 5 tahun bertahan hidup 60-70 persen
  4. Stadium 3 (massa tumor telah menyebar pada otot dan dinding dada atau kelenjar getah bening di atas supraklavikula): 5 tahun bertahan hidup 30-50 persen
  5. Stadium 4 (kanker telah menyebar ke organ lain): 5 tahun bertahan hidup 15 persen
            Dr Sari mengatakan, perempuan di atas usia 40 tahun dianjurkan melakukan skrining mamografi setiap 1-3 tahun sekali. Hal ini karena perempuan dengan usia diatas 40 tahun sangat berisiko terkena kanker payudara.
Faktor risiko lainnya pada perempuan antara lain:
  1. Mengalami haid pertama pada usia kurang dari 12 tahun
  2. Berhenti haid (menopause) di atas usia 50 tahun
  3. Tidak mempunyai anak
  4. Kehamilan pertama di atas usia 35 tahun
  5. Menjalani terapi hormonal
  6. Memiliki riwayat tumor jinak sebelumnya
  7. Memiliki riwayat keluarga terkena kanker payudara (faktor keturunan)
            Tapi Dr Sari tidak menganjurkan melakukan skrining mamografi pada perempuan dibawah usia 35 tahun atau yang belum menikah. Hal ini karena pada usia tersebut payudara masih dalam keadaan kencang, dan bila dilakukan skrining mamografi tidak bisa menampakkan hasil yang maksimal karena masih tertutup hormon.

Ø  Dampak positif Mamografi Mendeteksi Kanker Payudara Stadium Nol
-          Angka kematian akibat kanker payudara dapat ditekan dengan deteksi dini.
-          Meningkatkan kesadaran wanita akan tingginya frekuensi penyakit kanker payudara
-          Agar tidak tinggi angka pasien yang datang dengan kanker payudara stadium lanjut.
-          jika diketahui stadium kanker lebih dini, bisa diterapi hingga sembuh 100 persen.
Ø  Dampak negatif Mamografi
-          Praktek skrining mammografi dapat mengakibatkan resiko kumulatif kanker  payudara, terutama bagi wanita yang berada pada masa premenopause.
-          diagnosa positif yang salah sering terjadi sebesar 89%, yang mengakibatkan banyak wanita mendapatkan mastectomy (operasi pengangkatan payudara) yang sebenarnya tidak diperlukan dan membahayakan, ditambah dengan radiasi atau kemoterapi.
-          mammografi memang bermanfaat. Tapi ada teknologi-teknologi yang terbukti lebih murah, benar-benar tidak membahayakan kesehatan dan lebih efektif dalam menyelamatkan banyak orang.
Ø  Solusi:
-          Kita dapat mendeteksi kanker payudara tidak dengan mamografi melainkan dengan cara Skrining Termografi Payudara yang sudah ada sejak tahun 1960-an.
-           

-          Sumber:
http://www.artikelbagus.com/2011/11/mamografi-mendeteksi-kanker-payudara.html

Minggu, 07 April 2013

Contoh Soal KURS TRANSAKSI BANK INDONESIA


KURS TRANSAKSI BANK INDONESIA
UPDATE TERAKHIR 5 APRIL 2013
SOAL:
1.      Mr. Dody berkunjung ke Indonesia dan hendak menukar uangnya sebesar (1550) USD ke bank, maka berapa rupiah uang yg di jual kepada Mr.Dody?
Jawab  :
Kurs Beli         = 1550 USD X 9.802 Rupiah
                        = Rp. 15.193.100
2.      PT.X mengimpor 5 buah mobil dari Singapore dengan harga 14500 USD perunit. Berapa Gbp yang harus di bayar oleh PT.X perunit mobil dan berapa Total yang harus dibayar?
Jawab  :
GBP perunit    = 14500 X 9.802,00 = 142.129.000,00
                                                                 14.922,56
                                                         = 9524,438 GBP
GBP 5 mobil = 5 X 9524,438 GBP = 47.622,19 GBP
3.      Jimmy ingin membuat usaha di bidang impor kayu dari Thailand, Jimmy membutuhkan THB 200.000 untuk modal usahanya. Berapa rupiah yang harus Ia siapkan jika memiliki tabungan senilai 5.000 EUR?
Jawab  :
EUR    = 5000 x 12.541,45 (Kurs Beli)
            = 62.707.250
THB    = 200.000 x 334,88 (Kurs Jual)
            = 66.976.000
Kekurangannya           = 62.707.250 – 66.976.000
                                    = 4.268.750
4.      Tuan Budi memberikan uang sebesar 1500 USD kepada Istrinya. Istrinya berniat untuk membeli perlengkapan rumah tangga senilai 200 SGD kemudian dia membelikan anaknya mainan sebesar 300 HKD, jika istrinya ingin membeli perhiasan senilai 700 GBP maka berapa rupiah yang dapat di simpan di tabungan istrinya?
Jawab  :
Kurs Beli         = USD 1500 x Rp. 9.704,00   =  Rp. 14.556.000
Kurs Jual         = SGD 200 x RP. 7.905,48     = Rp. 1.581.096
Kurs Jual         = HKD 300 x Rp. 1.262,70    = Rp. 378.810
Kurs Jual         = GBP700 x Rp. 14.922,56    = Rp. 10.445.792
Tabungan        = Rp. 14.556.000 - (Rp. 1.581.096 + Rp. 378.810 + Rp. 10.445.792)
                        = Rp. 14.556.000 – Rp. 12.405.698
                        = Rp. 2.150.302
5.      Mikael  memperoleh deviden dari sejumlah saham yang punya di luar negri sebesar 10000 HKD, ia ingin membeli sebuah mobil seharga 10000 USD, selain itu ingin membeli notebook seharga 200 SGD. Berapa JPY yang harus di ambil oleh Mikael?
Jawab  :
Kurs beli          : 10.000 HKD x Rp. 1.250,03                        = Rp. 12.500.300
Kurs Jual         : 10000 USD x Rp. 9.802,00              = Rp. 98.020.000
Kurs Jual         : 200 SGD x Rp. 7.905,48                  = RP. 1.581.096
Kekurangannya           : Rp. 12.500.300 – (Rp. 98.020.000 + Rp. 1.581.096)
                                    : Rp. 12.500.300 – Rp. 99.601.096
                                    = Rp. 87.100.796
Kurs jual          ; Rp. 87.100.796
                          10.099,95 JPY
                        = 8623,88
6.      Tuan Anton mendapatkan kiriman sebesar 15000 SAR, dia hendak membangun rumah nya dengan biaya sebesar 10000 SAR dan sisanya di tabung. Berapa Rupiahkah uang tabungan Tuan Anton?
Jawab  :
15000 SAR – 10000SAR = 5000 SAR
5000 SAR x 2613,80 = Rp. 13.069.000
7.      Tuan Martin mengimpor sebuah mobil dari amerika dengan harga 19000 USD. Berapa GBP yang harus di bayar?
Jawab  :
19.000USD x Rp.9.802,00     = Rp. 186.238.000      = 12.480,30
                                                            14.922,00
8.      Yoshimura mendapatkan kiriman uang sebesar 500000 yen. Dia berniat membeli sebuah rumah seharga 15000 USD kemudian ingin membeli sebuah kendaraan seharga 14550 EUR. Berapa rupiah sisa uang Yoshimura?
Jawab  :
Kurs Beli = JPY 500.000 x Rp. 9.994,85       = Rp. 499.742.500
Kurs Jual = USD 15000 x Rp. 9802,00          = Rp. 147.030.000
Kurs Jual = EUR 14.550 x Rp. 12.671,05      = Rp. 184.363.777
Total yang harus di keluarkan = RP. 147. 030.000 + Rp. 184.363.777 = Rp. 331.393.777
Sisa uang yg dimiliki sebesar Rp. 499.742.500 – Rp. 331.393.777 = Rp. 168.348.723
9.      Silvi ingin membuka usaha impor gula dari swiss. Ia membutuhkan 5000 CHF untuk modal usahanya. Berapa rupiah yang harus ia siapkan?
Jawab  :
5000 CHF x Rp. 10.424,33    = Rp. 52.121.650
10.  Nyonya Anis berkunjung ke Jepang sengan membawa uang sebesar Rp. 20.000.000, Berapa Yen yang akan di miliki oleh Nyonya Anis?
Kurs Jual : Rp. 20.000.000 : Rp. 10.099,95    = 1.980,21 JPY


                                                           



Sabtu, 24 November 2012

Perilaku Etika dalam Bisnis




Perilaku Etika dalam Bisnis
Lingkungan Bisnis Yang Mempengaruhi Perilaku Etika

Tujuan dari sebuah bisnis kecil adalah untuk tumbuh dan menghasilkan uang.Untuk melakukan itu, penting bahwa semua karyawan di papan dan bahwa kinerja mereka dan perilaku berkontribusi pada kesuksesan perusahaan.Perilaku karyawan, bagaimanapun, dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal di luar bisnis.Pemilik usaha kecil perlu menyadari faktor-faktor dan untuk melihat perubahan perilaku karyawan yang dapat sinyal masalah.
Kesaling Tergantungan Adalah Bisnis Dan Masyarakat
Kesalingtergantungan bekerja didasarkan pada relasi kesetaraan, egalitarianisme. Manusia bekerjasama, bergotong-royong dengan sesamanya memegang prinsip kesetaraan. Tidak akan tercipta sebuah gotong-royong jika manusia terlalu percaya kepada keunggulan diri dibanding yang lain, entah itu keunggulan ras, agama, suku, ekonomi dsb.
Wajah Indonesia yang carut marut dewasa ini adalah karena terlalu membuncahnya subordinasi relasi manusia atas manusia lain. Negara telah dikuasai oleh jenis manusia yang memiliki mentalitas pedagang. Pucuk kekuasaan telah disulap menjadi lahan bisnis, dimana dalam dunia bisnis maka yang dikenal adalah tuan dan budak, majikan dan buruh. Dalam hal ini, yang tercipta adalah iklim ketergantungan, bukan kesalingtergantungan.
Di negara lain, kelas proletar yang dahulu diperjuangkan, toh setelah meraih kekuasaan, pada gilirannya ia menjelma menjadi kelas yang istimewa, yang rigid terhadap kritik. Hukum diselewengkan, dan bui menjadi jawaban praktis bagi para oposan. Proletar melakukan kesalahan yang sama dengan borjuis yang dilawannya habis-habisan.
Jika borjuis menggunakan sentimen agama untuk mengelabui rakyat jelata, maka proletar menganggap agama sebagai candu rakyat. Yang satu mengatasnamakan agama, yang lainnya mengatasnamakan rakyat miskin. Namun keduanya memiliki tujuan yang sama: kekuasaan. Kekuasaan negara, dan juga agama telah menjadi petualangan bisnis, dimana siapa saja yang berkuasa maka kekayaan hendak menumpuk dalam istananya dengan benteng menjulang, sementara secuil saja kekayaan yang dinikmati mereka yang bekerja keras.
Di abad yang lalu, orang-orang Eropa yang berasal dari Belanda, Inggris, Spanyol dan Portugis mengunjungi Asia termasuk negeri ini muasalnya bertujuan untuk berdagang dengan penduduk setempat. Mereka melakukan kerjasama bisnis dengan penduduk lokal dan beberapa elit penguasa. Pada mulanya mereka menikmati peran sebagai partnerbisnis, lambat laun peran ini dianggap tidak lagi menarik. Mereka pun berubah menjadi majikan, dan kelak menjajah dan memperbudak bangsa ini hingga ratusan tahun untuk mempertahankan posisi itu dan menciptakan ketergantungan penduduk lokal kepada mereka. Rupanya peran yang belakangan lebih menarik dan lebih menantang.
Perbudakan adalah sesuatu yang tidak alami, menyalahi takdir sebagai manusia. Setiap manusia berhak atas kebebasan. Namun pola perbudakan semacam itu kiranya tidak lekang oleh zaman,. meski bentuknya diubah sedikit supaya lebih beradab. Perbudakan dewasa ini lebih modern, kendati tetap ditempuh dengan cara-cara yang zalim.
Apalagi di Indonesia yang masyarakatnya kebanyakan beragama bukan karena kesadaran melainkan telah ditentukan orangtua sejak lahir, maka agama lagi-lagi merupakan alat yang nyaris selalu laris untuk memuluskan tujuan-tujuan tersebut. Lembaga keagamaan dan negara berkonspirasi untuk memperbudak jiwa manusia.
Di negeri ini, berapa banyak fatwa mufti negara, undang-undang dan peraturan daerah bernuansa agama yang tidak masuk akal yang menghendaki rakyat senantiasa bergantung kepada mereka? Keadaan demikian menciptakan kericuhan di dalam masyarakat akibat hiperregulasi, karena tingkat kepatuhan masyarakat menurun. Keamanan menjadi barang yang mahal. Kepergian para investor karena merasa tidak aman memperparah perekonomian Indonesia.
Dalam keadaan collapse akhirnya kita memiliki ketergantungan yang tinggi kepada negara luar. Kucuran dana negara asing kepada kita bukanlah sesuatu yang gratis. No free lunch. Dana punia dan pinjaman mereka seraya mendesakkan kepentingan dan agenda mereka, tidak bisa dipungkiri. Barangkali Paman Sam dengan kapitalismenya, maka Arab Saudi yang setia dengan garis iman Wahhabi tentunya akan mendesakkan agenda mereka kepada Indonesia.
Pemikiran-pemikiran sekuler Barat yang telah merasuki dunia Islam misalnya, dengan ideologi kapitalisme yang mengurung sendi-sendi perekonomian umat Islam telah menjadikan dunia Islam menjadi terpuruk dengan ketergantungan yang tinggi terhadap Barat. Sebagai jalan keluar, sebagian orang sering mengalami eskapisme untuk memasuki dunia “pasti” yang menentramkan hati. Jalan yang diambil adalah dengan penyerahan diri kepada sebuah “otoritas transedental” (baca: otoritas mufti negara) yang menjanjikan kesenangan eskatologis.
Sebagian yang lain meresponnya dengan melakukan tindakan-tindakan anarkis dan vigilantisme. Seperti pernah dituturkan Amrozi dalam Koran Tempo tahun 2003, peledakan bom Bali adalah untuk menjaga kehidupan beragama.
Pola relasi negara kita dengan negara luar layak dibenahi. Bangsa kita harus memiliki keberanian yang cukup untuk bisa pula mendesakkan cita-cita negara kita sesuai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 kepada mereka. Bangsa kita harus memiliki nyali yang cukup untuk menolak agenda mereka yang bisa merusak kemerdekaan yang telah susah payah diraih. Hubungan luar negeri kita harus berubah dari ketergantungan, menjadi kesalingtergantungan, sebagai bangsa-bangsa yang sejajar dan sederajat. Kemerdekaan dan kebebasan saja belum cukup, namun saat ini penting kemerdekaan untuk hidup merdeka, kebebasan untuk hidup bebas.
Setiap orang warga negara ini, bahkan warga seluruh dunia memiliki kebutuhan individu. Kebutuhan akan makan, tempat tinggal yang nyaman, pekerjaan dsb sejatinya bukanlah kebutuhan individu atau segelintir orang saja, melainkan seluruh orang yang hidup di dunia ini membutuhkannya. Setiap orang tidak akan mampu mencukup kebutuhannya sendiri tanpa semangat gotong-royong, kesalingtergantungan, kerjasama, kolaborasi dengan orang lain.

Kepedulian Pelaku Bisnis Terhadap Etika
Korupsi, kolusi, dan nepotisme yang semakin meluas di masyarakat yang sebelumnya hanya di tingkat pusat dan sekarang meluas sampai ke daerah-daerah, dan meminjam istilah guru bangsa yakni Gus Dur, korupsi yang sebelumnya di bawah meja, sekarang sampai ke meja-mejanya dikorupsi adalah bentuk moral hazard di kalangan ekit politik dan elit birokrasi. Hal ini
mengindikasikan bahwa di sebagian masyarakat kita telah terjadi krisis moral dengan menghalalkan segala mecam cara untuk mencapai tujuan, baik tujuan individu memperkaya diri sendiri maupun tujuan kelompok untuk eksistensi keberlanjutan kelompok. Terapi ini semua adalah pemahaman, implementasi dan investasi etika dan nilai-nilai moral bagi para pelaku bisnis dan para elit politik.
Dalam kaitan dengan etika bisnis, terutama bisnis berbasis syariah, pemahaman para pelaku usaha terhadap ekonomi syariah selama ini masih cenderung pada sisi "emosional" saja dan terkadang mengkesampingkan konteks bisnis itu sendiri. Padahal segmen pasar dari ekonomi syariah cukup luas, baik itu untuk usaha perbankan maupun asuransi syariah. Dicontohkan, segmen pasar konvensional, meski tidak "mengenal" sistem syariah, namun potensinya cukup tinggi. Mengenai implementasi etika bisnis tersebut, Rukmana mengakui beberapa pelaku usaha memang sudah ada yang mampu menerapkan etika bisnis tersebut.
Namun, karena pemahaman dari masing-masing pelaku usaha mengenai etika bisnis berbeda-beda selama ini, maka implementasinyapun berbeda pula, Keberadaan etika dan moral pada diri seseorang atau sekelompok orang sangat tergantung pada kualitas sistem kemasyarakatan yang melingkupinya.
Walaupun seseorang atau sekelompok orang dapat mencoba mengendalikan kualitas etika dan moral mereka, tetapi sebagai sebuah variabel yang sangat rentan terhadap pengaruh kualitas sistem kemasyarakatan, kualitas etika dan moral seseorang atau sekelompok orang sewaktu-waktu dapat berubah. Baswir (2004) berpendapat bahwa pembicaraan mengenai etika dan moral bisnis sesungguhnya tidak terlalu relevan bagi Indonesia. Jangankan masalah etika dan moral, masalah tertib hukum pun masih belum banyak mendapat perhatian. Sebaliknya, justru sangat lumrah di negeri ini untuk menyimpulkan bahwa berbisnis sama artinya dengan menyiasati hukum. Akibatnya, para pebisnis di Indonesia tidak dapat lagi membedakan antara batas wilayah etika dan moral dengan wilayah hukum. Wilayah etika dan moral adalah sebuah wilayah pertanggungjawaban pribadi. Sedangkan wilayah hukum adalah wilayah benar dan salah yang harus dipertanggungjawabkan di depan pengadilan. Akan tetapi memang itulah kesalahan kedua dalam memahami masalah etika dan moral di Indonesia. Pencampuradukan antara wilayah etika dan moral dengan wilayah hukum seringkali menyebabkan kebanyakan orang Indonesia tidak bisa membedakan antara perbuatan yang semata-mata tidak sejalan dengan kaidah-kaidah etik dan moral, dengan perbuatan yang masuk kategori perbuatan melanggar hukum. Sebagai misal, sama sekali tidak dapat dibenarkan bila masalah korupsi masih didekati dari sudut etika dan moral. Karena masalah korupsi sudah jelas dasar hukumnya, maka masalah itu haruslah didekati secara hukum. Demikian halnya dengan masalah penggelapan pajak, pencemaran lingkungan, dan pelanggaran hak asasi manusia.
Perkembangan dalam etika bisnis
1.      Situasi Dahulu Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur.
2.      Masa Peralihan: tahun 1960-an  Ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan). Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Business and Society. Topik yang paling sering dibahas adalah corporate social responsibility.
3.      Etika Bisnis Lahir di AS: tahun 1970-an sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di AS.
4.      Etika Bisnis Meluas ke Eropa: tahun 1980-an di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta sekolah bisnis yang disebut European Business Ethics Network (EBEN).
5.      Etika Bisnis menjadi Fenomena Global: tahun 1990-an tidak terbatas lagi pada dunia Barat. Etika bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia. Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.
Ø  Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1.      Pengendalian diri
2.      Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3.      Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4.      Menciptakan persaingan yang sehat
5.      Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6.      Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7.      Mampu menyatakan yang benar itu benar
8.      Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9.      Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10.  Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
11.  Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan
Ø  Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu
1.      Sistematik
Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.
2.      Korporasi
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.
3.      Individu
Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.
Etika bisnis dan Akuntan
Amerika Serikat yang selama ini dianggap sebagai Negara super power dan juga kiblat ilmu pengetahuan termasuk displin ilmu akuntansi harus menelan kepahitan. Skandal bisnis yang terjadi seakan menghilangkan kepercayaan oleh para pelaku bisnis dunia tentang praktik Good Corporate Governance di Amerika Serikat. 
Banyak perusahaan yang melakukan kecurangan diantaranya adalah TYCO yang diketahui melakukan manipulasi data keuangan (tidak mencantumkan penurunan aset), disamping melakukan penyelundupan pajak. Global Crossing termasuk salah satu perusahaan terbesar telekomunikasi di Amerika Serikat dinyatakan bangkrut setelah melakukan sejumlah investasi penuh resiko. Enron yang hancur berkeping terdapat beberapa skandal bisnis yang menimpa perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat. Worldcom juga merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Amerika Serikat melakukan manipulasi keuangan dengan menutupi pengeluaran US$3.8 milyar untuk mengesankan pihaknya menuai keuntungan, padahal kenyataannya rugi. Xerox Corp. diketahui memanipulasi laporan keuangan dengan menerapkan standar akunting secara keliru sehingga pembukuan perusahaan mencatat laba US $ 1.4 milyar selama 5 tahun. Dan masih banyak lagi.